๐ Evaluasi Mendalam Starting XI AC Milan: Rossoneri Ditahan Imbang Leeds di Dublin –ย Pertandingan antara Leeds United dan AC Milan di Aviva Stadium, Dublin, pada 9 Agustus 2025 bukan sekadar laga pemanasan. Duel ini menjadi mahjong slot ajang evaluasi penting bagi pelatih Massimiliano Allegri untuk menilai kesiapan skuad Rossoneri menghadapi musim kompetisi Serie A 2025/2026. Hasil akhir 1-1 mencerminkan performa yang kontras antara babak pertama dan kedua, serta mengungkap kekuatan dan kelemahan dari starting XI Milan.
Artikel ini akan mengulas secara komprehensif performa tiap pemain yang tampil sejak menit awal, dari lini belakang hingga lini serang, serta memberikan analisis taktis dan prediksi dampaknya terhadap musim mendatang.
๐ง Susunan Pemain AC Milan: Kombinasi Senior dan Talenta Muda
Posisi | Pemain |
---|---|
Kiper | Pietro Terracciano |
Bek | Magni, Gabbia (C), Chukwueze |
Gelandang | Sala, Musah, Jashari |
Penyerang | Okafor, Gimenez, Modric |
- Terracciano dipercaya sebagai penjaga gawang utama.
- Gabbia mengenakan ban kapten dan memimpin lini belakang.
- Sala dan Jashari tampil sebagai gelandang muda yang menjanjikan.
- Santiago Gimenez menjadi ujung tombak serangan.
๐งฉ Babak Pertama: Dominasi Milan dan Gol Gimenez
AC Milan tampil agresif sejak awal. Mereka menguasai bola dan menciptakan peluang melalui kombinasi umpan pendek dan pergerakan sayap.
โฝ Gol Santiago Gimenez (Menit ke-31)
- Berawal dari umpan silang yang sempat terdefleksi.
- Bola jatuh di kaki Gimenez yang langsung mengeksekusi dengan tenang.
- Gol ini menunjukkan insting striker murni yang dimiliki pemain asal Meksiko tersebut.
๐งฑ Evaluasi Per Lini: Siapa Bersinar, Siapa Perlu Perbaikan?
๐งค Kiper: Pietro Terracciano
- Tampil cukup solid di babak pertama.
- Sayangnya, blunder di babak kedua berujung gol penyeimbang dari Anton Stach.
- Perlu peningkatan dalam pengambilan keputusan dan antisipasi bola silang.
๐ก๏ธ Lini Belakang
- Gabbia: Memimpin dengan komunikasi aktif, namun beberapa kali gagal menutup ruang.
- Magni: Berani maju membantu serangan, tapi kesadaran posisi masih lemah.
- Chukwueze: Aktif di sisi kanan, namun kontribusi defensif belum maksimal.
๐ฏ Lini Tengah
- Sala: Man of the match versi internal tim. Distribusi bola rapi, duel fisik impresif, dan hampir mencatat assist.
- Jashari: Debut menjanjikan. Umpan-umpannya membuka ruang dan menunjukkan kecerdasan taktis.
- Musah: Disiplin dalam peran defensif, meski minim kontribusi ofensif.
โ๏ธ Lini Serang
- Gimenez: Gol instingtif dan pergerakan tanpa bola yang cerdas.
- Okafor: Kontrol bola apik, terlibat dalam proses gol.
- Modric: Minim kontribusi, terlihat belum menyatu dengan ritme permainan.
๐ Babak Kedua: Leeds Bangkit, Milan Kehilangan Momentum
Leeds United melakukan lima pergantian pemain di babak kedua dan mulai mendominasi penguasaan bola. Milan terlihat kehilangan intensitas dan koordinasi.
โก Gol Anton Stach (Menit ke-67)
- Tendangan keras dari sisi kiri luar kotak penalti.
- Bola meluncur ke pojok gawang tanpa bisa diantisipasi Terracciano.
- Gol ini menjadi hukuman atas kelengahan Milan dalam menjaga ruang.
๐ Statistik Pertandingan
Statistik | Leeds United | AC Milan |
---|---|---|
Penguasaan Bola | 54% | 46% |
Tembakan ke Gawang | 6 | 4 |
Peluang Besar | 3 | 2 |
Kartu Kuning | 1 | 0 |
Corner Kick | 5 | 3 |
๐ง Analisis Taktikal: Allegri Masih Mencari Formula Ideal
Massimiliano Allegri mencoba formasi fleksibel 4-2-3-1 yang berubah menjadi 4-3-3 saat menyerang. Beberapa catatan penting:
- Gelandang muda seperti Sala dan Jashari menunjukkan potensi besar.
- Lini belakang belum solid, terutama dalam transisi bertahan.
- Gimenez cocok sebagai striker utama, tapi butuh dukungan lebih dari sayap.
๐ฎ Dampak Terhadap Musim 2025/2026
Laga ini memberikan gambaran awal tentang kekuatan dan kelemahan Milan:
- Sala dan Jashari bisa menjadi kejutan positif musim ini.
- Terracciano perlu evaluasi, atau Milan harus mencari opsi lain di posisi kiper.
- Gimenez siap menjadi tumpuan gol jika konsistensi terjaga.
๐งโโ๏ธ Pemain Paling Menonjol
Pemain | Kontribusi Utama |
---|---|
Santiago Gimenez | Gol pembuka, pergerakan tajam di kotak penalti |
Emanuele Sala | Distribusi bola, duel fisik, nyaris assist |
Ardon Jashari | Umpan progresif, adaptasi cepat |
๐ฏ Kesimpulan: Rossoneri Butuh Konsistensi dan Ketajaman
Hasil imbang 1-1 melawan Leeds United bukanlah kegagalan, melainkan pelajaran berharga. AC Milan menunjukkan potensi besar di babak pertama, namun kehilangan kendali di babak kedua. Allegri harus segera menemukan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda.
Starting XI Milan dalam laga ini memberikan gambaran bahwa Rossoneri punya fondasi kuat, namun masih butuh penyempurnaan. Jika mampu mengatasi kelemahan yang terlihat, Milan bisa menjadi penantang serius di Serie A musim ini.